Salah satu pertanyaan yang paling
sering saya ajukan kepada sesama rekan warga negara asing di Taiwan adalah, “Bagaimana pendapatmu tentang Taiwan?”
Beberapa dari mereka sudah tinggal di Taiwan
dalam waktu yang cukup lama sehingga dapat menjelaskan beragam hal tentang Taiwan yang
memberikan kesan tersendiri bagi mereka. Namun, satu jawaban yang memberikan
kesan paling mendalam bagi saya datang dari rekan pelajar yang baru saya kenal
sekitar 4 bulan yang lalu. Dia sudah menetap di Taiwan selama lebih dari 3
tahun, namun seperti halnya para warga pendatang maupun wisatawan yang belum
lama menginjakkan kaki di pulau ini, dia masih menyebutkan Taipei 101 sebagai
ikon Taiwan yang memberikan kesan mendalam dan memicu terjalinnya hubungan
jangka panjang antara dia dan pulau Formosa ini. Taipei 101, gedung pencakar
langit tertinggi kedua di dunia, pernah menjadi gedung pencakar langit
tertinggi di dunia dari tahun 2004 hingga 2010 sebelum akhirnya dikalahkan oleh
Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab. Gedung ini terletak di pusat kota Taipei dan merupakan
representasi nyata dari modernitas sebuah kota
metropolitan yang sibuk, namun lingkungan sekitarnya, seperti halnya sebagian
besar kota-kota besar di Taiwan,
menawarkan ritme kehidupan yang jauh lebih santai dibandingkan dengan kota metropolitan Asia
lainnya. Kawan saya pun jatuh cinta dengan Taiwan pada pandangan pertama.
Meskipun
demikian, tidak banyak orang menyadari bahwa di pusat kota metropolitan ini,
dibalik gedung pencakar langit tertinggi kedua di dunia, sebenarnya terdapat
sebuah tempat bernama Xiangshan dimana kita dapat mengenang kesan pertama
tentang Taiwan melalui sudut pandang yang berbeda. Kali ini kita tidak akan menengadah
ke atas untuk melihat kemegahan sebuah gedung pencakar langit, melainkan
melihat ke bawah untuk menikmati pemandangan malam dari Taipei 101 dari ketinggian gunung.
 |
| Pemandangan Siang Hari Taipei 101 dari Xiangshan |
 |
| Pemandangan Malam Hari Taipei 101 dari Xiangshan |
Menuju ke Xiangshan
semudah menaiki MRT jalur merah (Beitou-Xiangshan) sampai ke stasiun Xiangshan.
Di luar stasiun MRT Xiangshan kita akan melihat taman Zhongqiang. Mengikuti
rambu petunjuk arah menuju Xiangshan dan berjalan selama kurang lebih 10 menit
melalui jalan setapak di taman akan membawa kita langsung ke jalur pendakian
Xiangshan. Jalur pendakian Xiangshan terdiri dari anak tangga, jalan batu, dan
udara yang bersih sehingga sangat sesuai untuk aktivitas pendakian seluruh
keluarga. Waktu yang tepat untuk memulai pendakian adalah pada sore hari. Hanya
membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit untuk mendaki sampai puncak jalur
pendakian Xiangshan dan mencari tempat terbaik untuk menikmati pemandangan
malam menakjubkan dari Taipei
101.
 |
| Jalan setapak taman Zhongqiang |
 |
| Jalur pendakian Xiangshan |
 |
Mendaki menuju puncak Jiuwu untuk petualangan yang lebih menantang
|
Bagi mereka yang
menginginkan petualangan yang lebih menantang, mereka dapat melanjutkan
pendakian menuju puncak Jiuwu dengan melewati jalur yang lebih curam. Meskipun
pendakian menuju puncak Jiuwu ini bisa dipastikan membutuhkan usaha dan tenaga
yang lebih besar, namun jerih payah kita akan terbayar bukan hanya dengan
pemandangan malam yang lebih spektakuler, namun juga suasana yang lebih tenang
dimana kita bahkan mungkin memiliki cukup keberuntungan sehingga dapat menyaksikan
beberapa orang melakukan meditasi di tempat ini. Berbagi pemandangan alam yang
romantis bersama pasangan tercinta atau menikmati saat penuh ketenangan dan
melakukan meditasi untuk menjernihkan pikiran, pilihannya ada di tangan kita!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar